Adabeberapa teknik lompat jauh yang harus dikuasai agar dapat hasil yang maksimal. Ada 4 gerakan utama, antara lain gerakan awalan atau ancang-ancang, gerakan menumpu, gerakan melayang dan gerakan mendarat. Berikut ini adalah penjelasan dari masing-masing gerakan tersebut. Awalan - Gerakan awalan disebut juga gerakan ancang-ancang. Inti dan
yZQB6f. Lempar Lembing merupakan salah satu cabang olahraga yang banyak diminati baik anak-anak hingga dewasa. Olahraga lempar lembing ini juga sering diperlombakan membuat seseorang lebih tertarik dan minat untuk berlatih. Lempar lembing dapat didefinisikan sebagai suatu aktivitas manusia yang melempar benda berupa lembing. Pengertian Lempar Lembing Sejarah Lempar Lembing Gaya Lempar Lembing1. Gaya Lempar Lembing Berdasarkan Gaya Memegang– Gaya lempar lembing Amerika. – Gaya lempar lembing Finlandia.– Gaya lempar lembing tang / penjepit.• Gaya Lempar Lembing berdasarkan Langkah Kaki1. Gaya berjingkat / hop Gaya menyilang / cross Dasar Lempar Lembing 1. Cara memegang Cara memulai Cara melempar Lempar LembingSarana dan Prasarana Lempar LembingUkuran Lapangan Lempar LembingFaktor Penentu Prestasi dalam Lempar Lembing Pengertian Lempar Lembing Lempar Lembing adalah cabang olahraga atletik nomor lempar. Pengertian lempar lembing yaitu olahraga yang dilakukan dengan melemparkan lembing dalam jarak, gaya, dan teknik tertentu. Untuk mencapai jarak yang maksimum, seorang atlet harus bisa menyeimbangkan tiga hal yaitu kecepatan, teknik dan kekuatan. Lempar Lembing berasal dari dua kata yaitu lempar dan lembing. Lempar berarti usaha untuk membuang jauh-jauh sebuah benda. Sedangkan lembing adalah sebuah tongkat yang berujung runcing. Sehingga dapat diartikan bahwa olahraga ini merupakan salah satu nomor cabang olahraga atletik yang dalam pelaksanaanya menggunakan alat bulat panjang berbentuk tombak dengan tujuan untuk mendapatkan lemparan terjauh. Sejarah Lempar Lembing Sejarah Lempar Lembing berawal sejak zaman kuno yang sangat erat hubungannya dengan teknik melempar. Zaman dahulu lemparan dilakukan dengan berbagai cara seperti berdiri, ancang-ancang dan menggunakan satu atau dua tangan untuk mengenai sasaran. Di zaman primitif, tombak berat digunakan untuk perang. Kemudian abad pertengahan terus mengalami perkembangan hingga kini terbentuk lembing untuk perlombaan. Zaman dulu lembing terbuat dari kayu yang ujungnya terbuat dari besi dan sosok. Kemudian kayu diganti dengan kayu ringan asal Swedia. Lembing mengalami perubahan lagi menjadi lembing yang lebih modern yaitu terbuat dari logam dan serat kaca. Olahraga lempar lembing diikutsertakan dalam pesta Olimpiade sejak tahun 1908 baik untuk putra maupun putri dengan nomor perorangan. Sekarang nomor ini dimasukkan ke dalam dasar lomba dan sapta lomba. Gaya Lempar Lembing Gaya lempar lembing dapat dilihat dari gaya memegang lembing maupun dari gaya mengangkat kaki. 1. Gaya Lempar Lembing Berdasarkan Gaya Memegang – Gaya lempar lembing Amerika. Sesuai dengan namanya, gaya lempar lembing yang satu ini berasal dari Amerika atau secara lebih spesifiknya diperkenalkan oleh atlet lempar lembing dari Amerika. Kemudian gaya tersebut diadaptasi di seluruh dunia. Posisi jari ketika memegang lembing yang tepat yaitu jari jempol dan jari telunjuk menggenggam pegangan lembing pada batas tali belakang. Kemudian tiga jari berikutnya menggenggam pegangan tetapi tidak terlalu kuat. Fungsi genggaman tersebut sebagai penjaga keseimbangan lembing ketika dibawa berlari. – Gaya lempar lembing Finlandia. Seperti halnya dengan gaya Amerika yang diperkenalkan oleh atlet Amerika, gaya lempar lembing Finlandia juga diperkenalkan oleh atlet asal Finlandia. Meskipun gaya dari Finlandia ini tidak jauh beda dengan gaya lempar lembing Amerika. Jari jempol dan jari tengah bertugas untuk menggenggam lembing paling belakang. Sedangkan jari telunjuk lurus menahan lembing dan jari-jari sisanya untuk menggenggam longgar pegangan lembing pada bagian depan. Dengan posisi tersebut, gaya lempar ini lebih mudah dipraktikkan oleh pemula. Keseimbangan lembing akan dijaga oleh jari telunjuk dalam posisi lurus dan jari manis serta kelingking tetap dalam posisi longgar. – Gaya lempar lembing tang / penjepit. Gaya yang satu ini memang tidak diketahui dari mana, namun gaya tang atau penjepit sering digunakan oleh atlet. Gaya lempar lembing penjepit yang stabil dan mudah dipraktikkan menjadikan gaya ini sering dipraktikkan oleh pemula. Jari telunjuk dan jari tengah pada gaya ini menjepit pegangan paling belakang lembing. Sedangkan jari jempol, jari manis dan jari telunjuk menggenggam longgar lembing bagian pegangan. • Gaya Lempar Lembing berdasarkan Langkah Kaki Selain gaya lempar lembing berdasarkan gaya memegangnya, ada juga yang fokus pada langkah kaki yang dibagi menjadi dua jenis 1. Gaya berjingkat / hop step. yuksinau Gaya berjingkat atau sering disebut hot step yaitu gaya lempar lembing dengan teknik memulainya dengan melangkahkan kaki secara berjingkat. Tahapan berjingkat yang benar yaitu dari kecepatan sedang menuju kecepatan tinggi. Gaya berjingkat biasanya berpadu dengan gaya memegang lembing Finlandia dan tang dimana posisi lembing berada di atas bahu. Di atas bahu tersebut baik sejajar maupun posisi atas lurus ke depan. Gaya ini digunakan untuk menciptakan gaya dorong pada seluruh bagian tubuh ke arah depan yang dipusatkan di lengan pembawa lembing. Karena daya dorong yang diciptakan begitu kuat, maka tubuh akan melompat dan jatuh ke depan setelah lembing terlempar. Secara teori, gaya berjingkat akan menghasilkan lemparan ke arah tengah lapangan atau kurang lebih lurus dengan posisi pelempar. 2. Gaya menyilang / cross step. Gaya menyilang atau cross step akan tampak ketika atlet sampai pada 2 hingga 3 langkah terakhir sebelum melempar. Silangan kaki yang dihasilkan dari putaran badan sejak hendak melempar hingga mulai melempar. Karena gaya menyilang ini mengharuskan badan berputar dari arah kanan ke kiri sehingga kaki tampak menyilang. Gaya menyilang biasanya bersanding dengan gaya memegang lembing Amerika dan cenderung mengarahkan ke ujung tombak ke atas dengan sudut 45 derajat. Gaya ini biasanya awalannya dengan lari biasa dari kecepatan sedang menuju kecepatan tinggi. Silangan kaki dan badan yang bersamaan dengan lengan melempar lembing mampu menghasilkan daya lempar yang kuat. Sehingga akan lebih cenderung menyamping alias tidak terlalu ke tengah. Teknik Dasar Lempar Lembing youtube Menguasai teknik dasar akan membantu para pemula untuk lebih menguasai lempar lembing dengan cepat dan mudah. Ketika melakukan lempar lembing, usahakan tubuh tidak kaku ketika melempar dan mengalir mengikuti efek lemparan. Berikut ini beberapa teknik dasar lembing yang menjadi modal awal Anda untuk berlari lempar lembing. 1. Cara memegang lembing. Teknik dasar yang harus dikuasai yaitu cara memegang lembing. Ada tiga gaya dalam memegang lembing yaitu gaya Amerika, Finlandia, dan tang. Atlet akan memilih salah satu gaya untuk digunakan dalam lempar lembing. 2. Cara memulai awalan. Teknik dasar selanjutnya yaitu memperhatikan cara memulai awalan. Cara memulai awalan ini meliputi beberapa hal seperti posisi tubuh saat bersiap, posisi kepala, mata ketika berlari, posisi lengan ketika membawa lembing, gaya melangkah dan melemparnya. 3. Cara melempar Lembing. Teknik dasar yang terakhir yaitu memperhatikan cara melempar lembing. Posisi yang benar yaitu lembing ditarik ke samping kanan belakang kemudian dilempar sekuat-kuatnya ke arah depan. Pastikan bahwa ujung lembing mengarah ke depan atas dengan sudut 45 derajat. Teknik Lempar Lembing Berikut ini salah satu contoh teknik lempar lembing dengan menggunakan gaya hop step dan gaya lempar Finlandia. Awalan. Pada awalan posisi tubuh harus tegak lurus dengan tangan kanan memegang pada lembing dalam posisi horizontal di atas pundak. Sehingga siku lengan pembawa lembing akan tertekuk. Setelah itu bernafas dengan rileks dan dalam dengan kepala tegak lurus dengan pandangan mata ke arah depan. Ketika siap melakukan pelemparan dan telah terdengar aba-aba wasit, maka kaki mulai berlari dan sedikit berjingkat untuk mempertegas gaya yang digunakan. Kemudian ikuti gerakan tersebut dengan lari normal dengan kecepatan tinggi sembari mempertahankan posisi lengan yang membawa lembing. Ketika enam langkah terakhir, gerakan kaki kembali berjingkat. Melempar. Empat langkah sebelum langkah terakhir, lembing ditarik terlebih dulu ke sisi belakang dan menghadapi ke atas dengan sudut sekitar 45 derajat. Tatapan harus fokus terhadap titik lempar terjauh yang menjadi target Anda. Energi dalam tubuh difokuskan untuk melempar tepat pada langkah ke tiga sebelum melempar. Kemudian, kaki kanan Anda berjingkat dan badan yang sedikit terangkat dan kaki kiri sebagai tumpuannya. Kaki kanan agak menekuk ke bawah dan melakukan tolakan ke arah depan sambil melempar lembing tersebut. Pasca Melempar. Tolakan yang disertai dengan pelemparan lembing yang kuat ke arah depan sering membuat seluruh tubuh seolah merasakan lemparan ke depan. Sehingga membuat para atlet terjatuh ke depan karena menahan tubuh untuk mengarah ke depan justru akan membuat lemparan terhambat. Oleh karena itu, posisi kepala atlet tidak boleh menunduk meskipun peserta telah melempar lembing. Jika kepala menunduk dan tubuh jatuh ke depan, dikhawatirkan akan membuat wajah cedera karena terbentur tanah. Nah, meskipun tubuh jatuh, usahakan tumpuan dada serta kedua tangan mampu menumpu pada waktu bersamaan. Anda harus memperhatikan Aturan Lempar Lembing sehingga lempar lembing Anda tidak terdiskualifikasi. Sarana dan Prasarana Lempar Lembing youtube Alat Lempar Lembing yang digunakan yaitu lembing terbuat dari bambu dengan mata lembing terbuat dari logam. Ukuran lembing putra dan putri berbeda, yaitu lembing untuk putri berukuran panjangnya 2,20 meter dengan berat 600 gram. Sedangkan Ukuran Lempar Lembing putra yaitu 2,60 meter dengan berat 800 gram. Ukuran Lapangan Lempar Lembing youtube Lebar 4 meter. Panjang 40 meter. Lebar garis 7 meter. Lebar garis lurus sebelah kanan dan kiri garis lempar 1,5 meter. Lengkung lemparan biasanya terbuat dari logam atau logam yang dicat putih dengan lebar 7 cm. Lengkungan yang dibuat datar dengan tanah dan busur dari lingkaran berjari-jari 8 meter. Lihat juga Permainan Softball Lengkap Beserta Teknik Dasarnya Faktor Penentu Prestasi dalam Lempar Lembing Menjadi seorang Atletik Lempar Lembing berprestasi membutuhkan waktu yang lama dalam berlatih. Rutin berlatih akan membantu berolahraga lebih luwes dan mahir. Selain itu, ada juga beberapa faktor penentu lain yang juga turut menjadi penentu prestasi lempar lembing Stamina, Kesehatan Fisik dan Psikis. Faktor yang sangat berpengaruh dalam prestasi lempar lembing yaitu stamina, kesehatan fisik dan psikis seorang atlet. Sehingga jauh-jauh hari sebelum waktu pertandingan tiba, atlet harus menjaga kesehatan tubuh, pikiran dan perasaannya. Cuaca dingin. Keberhasilan lempar lembing juga dipengaruhi oleh cuaca. Cuaca dingin akan membantu lemparan lembing menjadi lebih jauh karena lembing yang terlempar pada ketinggian tertentu akan bergesekkan dan jatuh dibantu oleh angin. Hembusan angin juga akan membantu mengubah sudut dari hasil lemparan dan mengurangi atau menambah kecepatan lembing. Dukungan tim dan supporter. Dukungan tim dan supporter juga akan mempengaruhi energi positif seorang atlet secara tidak langsung. Dukungan akan sangat berpengaruh pada semangat sang atlet. Semakin besar energi dan semangat maka akan semakin besar pula tampilan atlet di gelanggang pertandingan. Lempar Lembing yang dilakukan dengan benar sesuai dengan aturan yang berlaku tentu akan memudahkan Anda dalam berlatih dan menjadi seorang atlet berprestasi. Olahraga lempar lembing secara benar dan teratur juga akan mencegah terjadinya cedera.
Teknik Dasar Lempar LembingTerdapat beberapa teknik dasar dalam olahraga lempar lembing, seperti dikutip dari buku Buku Siswa Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan SMP/MTs Kelas 8 oleh Paiman, dan buku Pendidikan Jasmani oleh Irwansyah, di antaranya yaitu1. Memegang LembingSecara umum cara memegang lembing dibagi menjadi 3 macam, yakni gaya Amerika, gaya Finlandia, dan gaya menjepit/tang. Adapun uraian masing-masing gaya tersebut adalah sebagai berikuta. Gaya AmerikaCara Amerika ini ditandai dengan lilitan tali dikaitkan dengan ibu jari dan jari telunjuk sedangkan tiga jari lainnya menggenggam Gaya FinlandiaCara memegang gaya Finlandia dilakukan dengan cara lilitan tali dikaitkan dengan jari tengah dan ibu jari, sedangkan jari telunjuk lurus di samping lembing, jari manis dan kelingking menekan kuat-kuat ke arah telapak Gaya Menjepit/TangCara memegang dengan gaya menjepit dilakukan dengan cara lilitan tali dikaitkan dengan jari tengah dan ibu jari telunjuk, sedangkan jari yang lain yakni ibu jari, jari manis dan kelingking menekan kuat-kuat ke arah telapak Teknik Membuat AwalanKeberhasilan suatu lemparan sangat ditentukan oleh ketepatan membuat awalan. Oleh sebab itu, sebelum melakukan lemparan hendaknya terlebih dahulu menentukan dua tanda check mark. Tanda pertama adalah tempat memulai awalan, biasanya awalan yang ideal berjarak 15-20 m dan tanda kedua adalah sebagai tempat melakukan awalan adalah sebagai berikuta. Berlari secepat-cepatnya dimulai dari batas pertama sambil membawa Ketika sedang berlari dan kaki kanan menginjak batas yang kedua, luruskan kaki kiri ke depan. Bersamaan dengan itu, lembing dibawa ke belakang dengan tangan lurus, usahakan berat badan bertumpu di kaki Setelah itu kaki kiri ke depan, disusul dengan kaki kanan disilangkan di depan kaki kiri. Kemudian, kaki kiri dilangkahkan ke depan lagi, serta kaki kanan disilangkan kembali di depan kaki kiri. 3. Membawa LembingPada saat melakukan lari untuk awalan, atlet harus membawa alat berupa lembing, agar gerak lari tidak terhambat ketika melakukan lemparan tidak mengalami kesulitan. Ada tiga cara membawa lembing yang biasa digunakan pelempar saat melakukan awalan, di antaranya sebagai berikuta. Lembing dibawa di atas pundakb. Mata lembing menyorong ke atas membentuk sudut 40 derajatc. Siku kanan menunjuk ke depan. 4. Sikap Tubuh Ketika MelemparPosisi tubuh ketika melakukan lemparan adalah sebagai berikuta. Tubuh berdiri tegak, kedua kaki dibuka. Kaki kiri ke depan, kaki kanan di belakang menyamping ke arah lemparanb. Lutut kaki kanan ditekuk ke depan, ke samping badanc. Kaki kiri ke depan lurus, agak rileksd. Badan condong ke belakang, pandangan ke arah lemparane. Tangan kanan yang memegang lembing lurus ke belakangf. Mata lembing berada di dekat di depan mata kanan serong atau menyudut ke atasg. Sudut yang dibentuk oleh lembing diukur dari tanah kurang lebih 40 Cara Melempar LembingTeknik melempar lembing dilakukan dengan cara sebagai berikuta. Begitu kaki kiri mendarat dengan ujung kaki menjurus ke arah lemparan, kaki kanan diputar dan digerakkan ke atas Panggul diputar ke kiri dan badan ditegakkanc. Kemudian, dengan segera lembing dilemparkan sekuat-kuatnya ke depan atasd. Lembing lepas pada waktu tangan yang memegang lembing lurus ke Setelah lembing dilepas, segera kaki kanan yang digunakan untuk menolak, menggantikan kaki kiri kaki kiri diangkatf. Pandangan ke depan ke arah Permainan1. Saat melempar, lembing wajib dipegang tepat pada bagian pegangannya dan wajib juga dilempar di atas bahu atau bagian paling atas dari tubuh atlet. Selain itu, atlet tidak diperbolehkan menggunakan teknik selain yang sudah Sebuah lempar lembing dianggap tidak sah jika bagian mata lembing tidak menggores tanah terlebih dahulu dibandingkan bagian lembing Saat atlet hendak memulai awalan, ia tidak diperkenankan memotong sebuah Lemparan dianggap tidak sah apabila sang atlet menyentuh wilayah badan garis lempar, atau garis perpanjangan5. Saat lempar lembing sedang melaju, sang pelempar tidak diperkenankan membelakangi sektor lemparan dengan cara memutar tubuh6. Sang atlet lempar lembing tidak diperkenankan meninggalkan jalur awalan sebelum lembing yang ia lemparkan tadi belum tiba di permukaan. nwy/nwy